Ponorogo-Sebanyak 11 hafidzoh dari Madrasah Miftahussalam diwisuda dalam sebuah acara yang berlangsung khidmat pada Sabtu, 14 Februari 2026, bertempat di Pendopo Kabupaten Ponorogo.
Wisuda tahfidz kali ini diikuti oleh peserta dari jenjang MI hingga MA se-Kabupaten Ponorogo. Tercatat lebih dari 2.000 peserta tahfidz turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Wisuda tahfidz ini diselenggarakan oleh Kementerian Agama Kabupaten Ponorogo sebagai bentuk apresiasi dan penguatan terhadap program tahfidz Al-Qur’an di lingkungan madrasah. Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen Kementerian Agama dalam mendukung lahirnya generasi Qur’ani yang berakhlak mulia dan berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an.

Prosesi wisuda ini menjadi momen penting dan bersejarah bagi para santri yang telah menuntaskan maupun sedang melalui proses hafalan Al-Qur’an melalui program pembinaan tahfidz yang dilaksanakan secara terarah dan berkesinambungan di madrasah. Keberhasilan tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang dilalui dengan penuh kedisiplinan, kesabaran, serta komitmen tinggi dalam menjaga kualitas hafalan. Pada kesempatan ini, para wisudawati menerima piagam penghargaan sebagai bentuk apresiasi dan pengakuan resmi atas ketekunan, kesungguhan, serta keistiqamahan mereka dalam menjaga dan menghafal ayat-ayat suci Al-Qur’an, sekaligus sebagai motivasi untuk terus mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam kesempatan tersebut, pentashih para hafidzoh, Sulthon Anwar Huda, menyampaikan pesan dan apresiasi atas perjuangan para santri.
“Menjadi hafidzoh bukan sekadar mampu menghafal, tetapi juga menjaga adab, akhlak, dan keistiqamahan dalam mengamalkan Al-Qur’an. Hafalan ini adalah amanah yang harus dirawat sepanjang hayat,” ujarnya.
Wisuda hafidzoh ini menjadi wujud komitmen Madrasah Miftahussalam dalam mencetak generasi Qur’ani yang berakhlak mulia, berilmu, dan siap berkontribusi positif bagi masyarakat.
